Menghitung Keuntungan Konsinyasi Emas di Pegadaian Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Menghitung Keuntungan Konsinyasi Emas di Pegadaian Syariah

1 bulan yang lalu      Investasi Emas
Menghitung Keuntungan Konsinyasi Emas di Pegadaian Syariah

Salah satu skema transaksi yang menghadirkan keuntungan dari emas adalah skema produk konsinyasi emas . Konsinyasi emas merupakan titip jual emas, yang mana kamu bisa melakukan pembelian emas dari Pegadaian Syariah. Kemudian kamu menitipkan emas tersebut di Pegadaian Syariah dengan kontrak konsinyasi untuk dijual kembali oleh Pegadaian Syariah kepada nasabah lain yang membutuhkan emas senilai tersebut.

Kontrak dilakukan maksimal selama tiga bulan. Namun, jika dalam waktu tiga bulan emas kamu belum terjual, kamu bisa melakukan perpanjangan atau putus kontrak. Begitu pun jika emas kamu sudah terjual, bisa kamu diperpanjang lagi atau diambil kembali emasnya.

Ketika emas kamu terjual, maka kamu akan diberikan emas senilai emas yang kamu titipkan tadi ditambah keuntungan atas hasil penjualan. Emas tersebut bisa kamu konsinyasikan lagi. Untuk penjualan berikutnya, kamu harus menandatangani akad/kontrak konsinyasi baru lagi. Ketentuan ini diatur berdasarkan pengalaman dan potensi keuntungan bisnis emas yang selama ini dijalankan Pegadaian Syariah.

Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh dari konsinyasi emas tersebut.

Pertama, solusi investasi emas cara syariah. Emas yang kamu konsinyasikan dijadikan sebagai modal usaha Pegadaian Syariah. Emas lebih produktif dikonsinyasikan daripada disimpan saja. Hal ini menunjukkan bahwa skema ini merupakan skema investasi.

Skema ini sudah sesuai syariah Islam. Apalagi di Pegadaian Syariah pasti ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengatur dan mengawasi pelaksanaannya. Logika alurnya, ketika kamu melakukan pembelian emas, maka terjadilah jual beli emas, baik secara angsuran maupun secara kontan.

Skema jual beli emas secara angsuran ini diperkuat oleh Fatwa DSN MUI No. 77 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai. Fatwa tersebut menegaskan bahwa ketika alat tukar resmi adalah Rupiah, maka emas adalah komoditas sehingga boleh diperjualbelikan secara tidak tunai.

Selanjutnya, ketika emas sudah kamu lunasi, maka emas dikonsinyasikan. Ketika kamu menitipkan emas, maka yang terjadi adalah memberikan modal usaha kepada Pegadaian Syariah untuk dijadikan modal bisnis jual beli emas. Ketika emas laku terjual, terjadilah penjualan emas, baik secara tunai maupun tidak tunai.

Ketika emas sudah terjual, selanjutnya Pegadaian Syariah menukar kembali emas kamu yang sudah terjual tadi ditambah dengan keuntungan penjualan yang diperoleh dibagi berdua. Tukar menukar tersebut disebut dengan jual beli emas.

Berdasarkan uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa skema ini adalah skema investasi yang tidak melanggar syariah Islam di bidang muamalah .

Kedua, emas tetap utuh. Emas yang kamu konsinyasikan tadi tetap utuh. Artinya, ketika emasnya terjual, maka kamu akan diberi emas senilai emas yang tadi kamu miliki ditambah keuntungan. Ketika emas kamu tidak terjual, emas kamu juga tetap utuh. Jadi, kamu lebih tenang dalam kondisi apapun karena emas dan nilai emas kamu tetap utuh, bahkan sangat berpotensi memperoleh keuntungan.

Ketiga, gratis biaya penyimpanan dan pemeliharaan emas. Ini merupakan salah satu keuntungan konsinyasi emas. Meskipun emas kamu tersebut disimpan dan dititipkan di Pegadaian Syariah, karena skema produknya konsinyasi, Pegadaian Syariah juga ada kepentingan kebutuhan modal usaha, maka kamu tidak dikenakan biaya penyimpanan atau pemeliharaan emas. Skema ini berbeda dengan produk-produk lain yang berbasis Rahn atau gadai, sehingga dikenakan biaya penyimpanan dan pemeliharaan emas.

Keempat, emas diasuransikan sehingga ada jaminan keamanan selama emas dikonsinyasikan. Ini merupakan salah satu keuntungan konsinyasi emas. Kamu tidak perlu kuatir emas kamu tersebut hilang. Kalaupun hilang atau musnah karena kebakaran atau sebab lain, emas kamu akan dikembalikan lagi karena di- cover oleh asuransi. Tentu saja asuransinya sesuai syariah.

Kelima, tetap untung. Skema konsinyasi ini merupakan skema transaksi yang unik. Ketika emas kamu berhasil dijual, maka kamu akan memeroleh keuntungan karena kamu tetap memeroleh emas senilai yang kamu miliki ditambah dengan bagi hasil keuntungan. Ketika emas kamu tidak laku terjual, kamu tidak dibebani biaya penyimpanan, namun tetap diusahakan oleh Pegadaian Syariah sampai emas kamu terjual.

Perlu kamu perhatikan bahwa pihak yang memeroleh untung, adalah semua pihak. Konsinyasi emas ini bisnis saling menguntungkan semua pihak. Pegadaian Syariah memperoleh keuntungan, kamu juga memperoleh keuntungan, pembeli emas berikutnya juga memperoleh keuntungan karena kebutuhannya terpenuhi.

Keenam, kepemilikan emas bisa diangsur terlebih dulu. Ketika kamu ingin melakukan konsinyasi emas namun saat ini tidak punya emas, kamu bisa membeli emas secara angsuran. Ini mempermudah kamu untuk memiliki emas di saat kamu belum memiliki dana yang cukup untuk membelinya secara tunai. Perlu ditegaskan lagi bahwa skema ini dilandasi oleh Fatwa DSN MUI No. 77 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai.

Ketujuh, mendukung tumbuh kembang bisnis halal. Ketika kamu melakukan konsinyasi emas, otomatis kamu sedang mendukung tumbuh kembang bisnis keuangan syariah khususnya pegadaian syariah.

Demikian keuntungan yang bisa kamu peroleh dari skema konsinyasi emas . Kamu bisa segera membuka produk ini dengan mendatangi outlet Pegadaian Syariah terdekat, kemudian menyerahkan fotokopi identitas diri seperti KTP atau tanda pengenal lainnya. Kemudian kamu menyerahkan kuitansi pembelian emas atau Berita Acara Serah Terima Emas. Selanjutnya kamu bisa mengisi dokumen pengajuan konsinyasi dan menyerahkan materai Rp6.000 sebanyak dua lembar. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Menghitung Keuntungan Konsinyasi Emas di Pegadaian Syariah"