Ruang Lingkup Keuangan Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Ruang Lingkup Keuangan Syariah

10 bulan yang lalu    
Ruang Lingkup Keuangan Syariah

Ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu ibadah, ilmu tentang jual beli atau ilmu ranah muamalah, dan ilmu tentang dinamika hati. Salah satu bagian penting dalam ilmu muamalah adalah ilmu ekonomi. Dan salah satu bagian dari kajian ilmu ekonomi adalah ilmu keuangan. Ilmu keuangan yang berbasis syariah disebut dengan ilmu keuangan syariah.

Secara sederhana, keuangan syariah meliputi semua transaksi dan/atau lembaga keuangan bermotif profit dan nonptofit yang berbasis syariah. Dalam konteks regulasi legal formal di Indonesia, keuangan syariah dibagi menjadi keuangan ranah perbankan syariah dan keuangan nonbank syariah.

Ada kesamaan dari sistem keuangan syariah, yakni tidak melakukan trasaksi yang terlarang oleh syariah Islam. Di antara transaksi yang terlarang tersebut adalah tranasaksi zat haram, transaksi riba, transaksi penipuan, transaksi ketidakpastian hal yang seharusnya bisa dipastikan, transaksi suap, transaksi manipulasi, transaksi maksiat, transaksi zhalim serta transaksi yang tidak memenuhi rukun dan syarat akad.

Berikut ini kita urai mengenai Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang ada di Indonesia:

Pertama, bank syariah. Salah satu lembaga keuangan syariah paling fenomenal adalah bank syariah. Bank syariah menjadi fenomenal karena uang ditata kelola secara moneter oleh bank dan diedarkan melalui perbankan. Ketika kita masih butuh uang, maka kita pasti masih butuh bank. Sehingga, keberadaan bank syariah menjadi sangat penting.

Bank syariah adalah sistem perbankan yang dijalankan dengan prinsip syariah, yakni dengan menghindari transaksi yang dilarang syariah. Skema transaksinya sederhana saja. Antara nasabah pemilik dana dan bank syariah, hanya ada 2 jenis akad yang dipergunakan, yaitu pinjaman dan investasi dari nasabah kepada bank syariah.

Pada akad penyaluran dana, bank syariah hanya mengenal akad dagang, jika ingin mengambil keuntungan. Dagang yang dimaksud bisa berupa jual beli dan kongsi. Kita bisa mencermati bahwa setiap kongsi harus melalui jual beli jika ingin menghadirkan keuntungan.

Di bank syariah ada akad berbasis pinjaman. Oleh karena pinjaman, maka diharamkan mensyaratkan kelebihan dalam pengembaliannya. Biasanya, akad pinjaman ini dikombinasikan dengan akad dagang, misalnya jual beli manfaat/jasa. Dengan demikian tetap saja keuntungan yang diambil oleh bank syariah adalah melalui transaksi jual beli.

Pada akad berbasis jasa, bank syariah mengenal jual beli manfaat. Jual beli manfaat terdiri dari jual beli manfaat atas benda dan jual beli manfaat atas perbuatan (jasa). Contoh produk berbasis jasa adalah jasa transfer, kliring, RTGS, mobile banking, phone banking, bank garansi, L/C, save deposit box, dan lain-lain.

Kedua, asuransi syariah. Jenis lembaga keuangan syariah berikutnya adalah asuransi syariah. Asuransi syariah adalah asuransi berdasarkan prinsip syariah. Akad yang dipergunakan adalah akad hibah atau nyumbang. Sesama peserta asuransi melakukan aktivitas saling nyumbang. Perusahaan asuransi syariah menjadi pengelola atas dana sumbangan, membuat ketentuan tentang jenis dan jumlah klaim yang bisa diperoleh peserta, serta menata kelola semua hal terkait aktivitas asuransi yang dijalankan oleh para peserta.

Ada beberapa jenis produk asuransi, yakni asuransi umum dan asuransi jiwa. Asuransi umum atau asuransi kerugian biasanya dilakukan untuk mengasuransikan kendaraan bermotor, rumah, atau benda lainnya. Berikutnya adalah asuransi jiwa yang biasanya dilakukan untuk megasuransikan anggota tubuh, jiwa, serta asuransi atas kecelakaan.

Ketiga, pasar modal syariah. Selanjutnya ada pasar modal syariah, yakni pasar modal yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Semua transaksi yang dijalankan di bursa efek syariah harus sesuai prinsip syariah. Begitu juga dengan reksadana syariah juga dijalankan sesuai prinsip syariah.

Ada keunikan pada bursa efek syariah. Tidak selamanya efek yang saat ini sudah sesuai syariah bisa tetap sesuai syariah di tahun berikutnya. Setiap 6 (enam) bulan sekali, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional mengeluarkan Daftar Efek Syariah (DES) untuk merilis efek apa saja yang sudah memenuhi ketentuan syariah.

Keempat, gadai syariah. Produk keuangan syariah selanjutnya adalah gadai syariah. Gadai syariah salah satunya dijalankan oleh Pegadaian Syariah.

Skema bisnisnya sederhana. Nasabah datang ke Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dengan membawa emas, barang elektronik atau barang berharga lainnya yang masuk kriteria barang yang bisa digadaikan. Kemudian LKS menaksir nilai objek gadai, sehingga bisa menentukan jumlah biaya pemeliharaan dan penjagaan barang gadai. LKS juga memberikan pinjaman dengan angka tertentu sesuai taksiran.

Dengan demikian ada 2 unsur angsuran yang dilakukan nasabah, yakni angsuran terhadap pinjaman dan angsuran terhadap jual beli jasa.

Kelima, perusahaan pembiayaan syariah. Perusahaan pembiayaan syariah ini lebih populer disebut dengan leasing syariah. Leasing Syariah adalah lembaga pembiayaan yang membiayai kepemilikan kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor.

Ada berbagai macam akad yang dijalankan, yakni jual beli tegaskan untung, dan sewa berakhir lanjut milik. Ada akad lain yang biasanya dilakukan dalam rangka pembiayaan ulang pada leasing syariah, yakni akad jual beli dilanjutkan kongsi berkurang bersama sewa dan akad jual beli dilanjutkan dengan sewa berakhir lanjut milik. Semua akad yang dipergunakan adalah akad dagang.

Keenam, koperasi syariah. Sesuai namanya, koperasi syariah adalah koperasi yang dijalankan dengan prinsip syariah. Unsur-unsur yang terlibat dalam bisnis koperasi syariah sama saja dengan unsur yang terlibat dalam bisnis koperasi biasa. Hanya saja, semua akad yang dipergunakan harus berbasis syariah. Semua keuntungan yang diperoleh harus melalui transaksi dagang. Sehingga ada akad berbasis kongsi, jual beli dan pinjaman yang dikombinasikan dengan jual beli.

Ada juga Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) yang badan hukumnya berupa koperasi. LKS berbentuk Koperasi ini banyak ditemukan di kalangan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang kapasitasnya menengah ke bawah.

Ketujuh, lembaga zakat dan wakaf. Saat ini banyak sekali lembaga yang menyalurkan dana zakat dan wakaf, baik yang dikordinir melalui Lembaga Amil Zakat, Badan Amil Zakat Nasional, maupun lembaga lain seperti organisasi kemasyarakatan, yayasan dan pesantren.

Lembaga zakat dan wakaf ini sangat baik dalam rangka melakukan penyaluran dana dari orang yang kelebihan dana, diberikan kepada pihak yang berhak memperoleh zakat dan wakaf. Potensi dana zakat dan wakaf ini sangat besar dan bisa berdampak signifikan bagi kesejahteraan ummat jika bisa dikelola dengan baik.

Demikian 7 dari berbagai lembaga keuangan berbasis syariah di Indonesia. Ada beberapa lembaga keuangan syariah lain seperti Dana Pensiun Syariah, MLM (Multi Level Marketing) Syariah, dan lain-lain yang tidak menjadi fokus pada bahasan tentang LKS kali ini.

Mari kita ke lembaga keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Ruang Lingkup Keuangan Syariah"