Serba Serbi Haji yang Jarang Diketahui - Pegadaian Syariah
logo

Serba Serbi Haji yang Jarang Diketahui

1 tahun yang lalu      Haji
Serba Serbi Haji yang Jarang Diketahui

Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang diperintahkan oleh Allah bagi umat Islam yang berkemampuan, baik mampu secara rohani, jasmani, ekonomi dan keamanan. Ada berbagai fakta menarik terkait pelaksanaan ibadah haji sepanjang sejarah yang jarang diketahui. Berikut ulasan serba-serbi haji:

Transportasi Haji

Transportasi haji menjadi sisi lain dari pelaksanaan ibadah haji dari abad ke abad yang layak disimak. Sebelumnya, transportasi haji menggunakan kapal. Selanjutnya berkembang dengan penggunaan kapal api uap, kereta api dan pesawat terbang.
Penggunaan moda transporasi modern dimulai pada paruh kedua abad ke-19 (setelah tahun 1850), perjalanan ibadah haji mulai menggunakan kapal api uap. Kapal api uap yang digunakan untuk ibadah haji ini masih sangat terbatas karena bisnis kapal uap masih menjadi monopoli Inggris.

Berikutnya pada awal abad ke-20, Sultan Ottoman Abdul Hamid II membangun Kereta Api Hejazantara Damaskus dan Madinah yang selanjutnya memfasilitasi perjalanan ziarah ke Mekkah. Para peziarah melakukan perjalanan dengan relatif mudah dan sampai di Hijaz. Kereta api rusak selama Perang Dunia Pertama dan Pemberontakan Arab oleh sebuah pasukan Inggris.

Setelah kontrak antara pemerintah Arab Saudi dan Misr Airlines di Mesir di tahun 1936, Maskapai Misr memperkenalkan layanan penerbangan pertama untuk jamaah haji di tahun 1937. Masalah mesin pesawat mengganggu penerbangan haji, dan Perang Dunia Kedua dari tahun 1939 sampai 1945 menyebabkan penurunan jumlah peziarah.

Sistem transportasi modern dalam perjalanan ziarah secara efektif dimulai hanya setelah Perang Dunia Kedua. Otoritas Arab Saudi mendirikan Perusahaan Transportasi Arab dan Perusahaan Transportasi Bakhashab di tahun 1946 dan 1948 untuk mengangkut para peziarah di berbagai lokasi haji yang terbukti sangat efektif di tahun-tahun berikutnya.

Fenomena Air Zam Zam

Salah satu fenomena menarik dalam pelaksanaan ibadah haji adalah keberadaan zam zam. Zam zam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 meter.

Menurut salah satu keterangan, sumur tersebut dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter perdetik, sehingga dapat menghasilkan 660 liter air permenit dan 39.600 liter perjamnya. Tak heran jika air zam zam tak pernah kekeringan meskipun dibagikan untuk jamaah haji dan umrah yang mencapai jutaan liter setiap tahunnya.

Menurut riwayat, mata air tersebut ditemukan pertama kali oleh Siti Hajar setelah berlari-lari bolak-balik antara bukit Shafa dengan bukit Marwah. Padahal Nabi Ismail, putera Hajar yang masih bayi, mengalami kehausan di tengah padang pasir, sedangkan persediaan air tidak ada.

Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril. Sesaat setelah Jibril menghentak kaki - yang kemudian menjadi tempat Zamzam itu, ibunda Nabi Ismail menampung air yang mengalir dengan menggali tanah di sekitar keluar air itu agar airnya tidak hilang ketika dia ambil kantong minumnya.

Jibril kemudian menceritakan bahwa lokasi itu kelak adalah Baitullah yang akan dibangun Ibrahim AS dan Ismail AS. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1910 SM, 2572 tahun sebelum kelahiran Rasulullah, atau sekitar 4000 tahun yang lalu.

Air mineral yang layak minum ini telah terbukti berperan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, yakni asam lambung, penyakit jantung koroner, ganggunan pencernaan, dan berbagai penyakit tulang, sendi, dan rematik. Zamzam juga punya keutamaan lain, yakni melancarkan peredaran darah atau menambahi unsur penting ke dalam tubuh yang sakit lewat kulit.

Air zamzam juga mengandung kalsium dan magnesium yang mendatangkan kesehatan dan kebugaran bagi jamaah haji yang letih sewaktu ibadah. Ia juga mengandung florin yang memang berkhasiat membunuh kuman dan jamur. Lebih mencengangkan, sungguhpun berada di tengah gurun yang panasnya mencapai 50° C, air ini tidak pernah lagi menyusut jumlahnya.

Fenomena Pakaian Ihram

Ibadah haji dimulai dengan ihram. Pakaian ihram merupakan pakaian wajib bagi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pakaian ihram harus tertentu. Bagi laki-laki disunnahkan menggunakan baju ihram warna putih, bagi perempuan tidak disunnahkan menggunakan baju ihram warna putih, namun boleh juga menggunakan baju ihram warna putih.

Ada beberapa hikmah penggunaan pakaian ihram yang perlu kita ketahui bersama. Pertama, pakaian ihram harus suci dan tidak berjahit. Hal ini mengisyaratkan agar manusia menghadap Allah dalam kondisi suci, menanggalkan segala ornamen, meninggalkan ketergantungan dan keterikatan duniawi.

Kedua, pakaian ihram menegaskan adanya persaudaraan dan persamaan. Manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah. Sesama manusia adalah bersaudara, tidak ada perbedaan yang ditunjukkan dengan adanya kesamaan pakaian ihram.

Ketiga, pakaian ihram menegaskan bahwa orang-orang yang kaya raya dan orang-orang yang penuh kesederhanaan akan berada dalam kondisi yang sama. Semua jamaah haji hanya menggunakan satu jenis pakaian tunggal, menanggalkan kesombongan dan keangkuhan yang selama ini mungkin ada pada diri jamaah.

Keempat, pakaian ihram ini mirip dengan kain kafan, yakni warna putih dan tidak berjahit. Hal ini mengingatkan kepada jamaah haji tentang kesiapan menghadapi kematian kapanpun. Sehingga jamaah haji bisa terus ingat mati dan mempersiapkan bekal terbaik menghadapi kematian.

Jamaah Haji Terbanyak

Tahun ini Indonesia mencatatkan rekor jumlah jamaah haji paling banyak dibanding negara-negara lain (selain tuan rumah). Dalam data 5 negara dengan jamaah haji terbanyak tahun 2017 di posisi pertama ada Arab Saudi (tuan rumah) dengan total 537.537 kuota, di posisi ke-2 Indonesia dengan 221.000 kuota, di posisi ke-3 ada Pakistan dengan 189.500 kuota, posisi ke-4 ditempati India dengan 151.500 kuota serta yang di posisi ke-5 ada Mesir dengan 108.000 kuota.

Posisi berikutnya diisi oleh Bangladesh dengan total 101.758 kuota jemaah. Negara-negara Afrika yang masuk 10 besar adalah Nigeria yakni 79.000 kuota, negara berpenduduk paling padat di Afrika yang posisinya tergencet di antara Iran dan Turki. Selain itu Aljazair dengan 36.000 kuota, dan Maroko dengan 31.000 kuota.

Jamaah Haji Nusantara

Rasanya tidak afdhol jika dalam serba serbi jamaah haji kali ini kita tidak mengulik sedikit cerita sejarah haji nusantara.

Perjuangan warga muslim Indonesia untuk melakukan ibadah haji dimulai pada abad ke-16. Pada saat itu hubungan antara Nusantara dengan Arab memasuki babak baru ditandai dengan semakin maraknya pedagang sekaligus ulama Nusantara yang ikut serta dalam pelayaran ke Asia Barat. Pada tahun 1526 armada dari Nusantara, khususnya dari Aceh, memulai pelayarannya ke Jeddah untuk berdagang.

Mereka kemudian banyak yang menetap di Haramain sembari menuntut ilmu agama. Disebutkan dalam buku Historiografi Haji Indonesia karya Shaleh Patuhena, pada tahun 1556 telah ada lima kapal besar Aceh yang berlabuh di Jeddah. Ulama Aceh yang berdatangan ke tanah Arab itu selain menimba ilmu ternyata juga manfaatkan waktunya untuk berhaji.

Singkat cerita, beberapa pusat pemerintahan di Nusantara dari Jawa hingga Ternate dijadikan para ulama sebagai pelabuhan embarkasi haji pada kuartal akhir abad ke-17. Hal ini membuat kesempatan mereka yang ingin pergi ke Makkah untuk berlayar ke Jeddah menjadi lebih terbuka.

Puncak perkembangan pesat yang mendasar dalam perjalanan ibadah haji dimulai pada tahun 1826. Dalam catatan pemerintah Belanda Resolutie van den Gouveumeur Generaal van Nederlandsche Indie yang diterbitkan Oktober tahun 1825, 200 orang pribumi yang berasal dari Batavia dan residen lainnya menghadap polisi Belanda untuk meminta paspor jalan ibadah haji. Mereka melaporkan ingin berhaji bersama kapal Magbar milik Syaikh Umar Bugis. Pemerintah Belanda pun mengizinkan dengan mengeluarkan resolusinya.

Namun saat ini, zaman sudah modern, berhaji semakin mudah terlebih bagi mereka yang memiliki dana untuk berkunjung ke rumah Sang Pencipta. Bagi yang belum memiliki cukup dana, berbagai solusi pun ditawarkan. Salah satunya Pegadaian Syariah yang  memberikan solusi keberangkatan haji melalui produk Arrum Haji.

Anda bisa memperoleh tabungan haji senilai Rp 25 juta yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji dengan jaminan emas berupa emas. Jaminan emas yang diserahkan minimal Rp 7 juta yang juga disertai dengan SA BPIH & buku tabungan haji. Jaminan emas ini juga dapat dipergunakan untuk pelunasan biaya haji pada saat lunas.

Di Pegadaian, biaya pemeliharaan barang jaminan yang dibebankan pun terjangkau. Anda juga tidak perlu cemas, karena emas dan dokumen haji milik anda aman tersimpan.

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan layanan Arrum Haji ini yakni, pastikan bahwa Anda telah memenuhi syarat sebagai pendaftar haji dan membawa identitas pribadi berupa KTP untuk pengajuannya.

Demikianlah serba-serbi haji yang jarang diketahui beserta solusi berhaji dari Pegadaian Syariah. Semoga kita semua bisa memenuhi panggilan Allah ke Baitullah.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Serba Serbi Haji yang Jarang Diketahui"