Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Diketahui - Pegadaian Syariah
logo

Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Diketahui

1 tahun yang lalu      Haji
Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Diketahui

Salah satu rukun Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam adalah ibadah haji. Namun, ibadah haji ini hanya diperintahkan kepada umat Islam yang berkemampuan saja, yakni mampu dalam hal rohani, jasmani, ekonomi, dan keamanan.

Allah berfirman: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup (mampu) mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).

Tafsir Ibnu Katsir memberikan penegasan bahwa ibadah haji dilaksanakan dalam rangka menegakkan millah (ajaran) Nabi Ibrahim AS. Tafsir Ibnu Katsir juga mengungkapkan bahwa tempat pelaksanaan ibadah haji adalah Baitullah di al Makkah al Mukarramah. (Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 2/77).

Ibadah haji ini dijalankan dengan syarat, rukun, wajib, tata cara, waktu, dan tempat tertentu sesuai dengan aturan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasulullah SAW. Mari kita cermati satu per satu, agar kita memahami tata cara ibadah haji:

1. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan ibadah haji adalah pada bulan Dzulhijjah (bulan haji) yaitu pada saat jamaah haji wukuf di Arafah pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), pelaksanaan qurban pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan pada hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

2. Syarat Wajib Haji

Syarat wajib haji ada 5 (lima), yakni Islam, baligh (dewasa), berakal sehat, merdeka (bukan budak) dan istitha’ah (mampu). Apabila orang belum memenuhi syarat tersebut, maka belum diperintahkan untuk ibadah haji.

3. Rukun Ibadah Haji

Rukun haji ada 6 (enam), yakni ihram (niat), thawaf ifadhah, sa’i, wukuf di Arafah, bercukur, dan tertib sesuai dengan tuntunan manasik haji. Apabila jama'ah tidak melaksanakan salah satu rukun haji tersebut, maka ibadah hajinya tidak sah.

Ihram adalah niat masuk untuk mulai melaksanakan ibadah haji dengan menghindari hal-hal yang dilarang selama ber-ihram. Pada saat ihram, jamaah haji memulainya dari miqat (tempat dan waktu ditetapkannya mulai ihram oleh pemerintah, baik ketika dalam pesawat menuju Jeddah maupun di Bandara King Abdul Azis Jeddah).

Thawaf ifadhah adalah thawaf rukun haji dengan mengelilingi Ka’bah dengan memposisikan Ka’bah berada di sebelah kiri badan. Pelaksanaan thawaf sebanyak 7 (tujuh) kali putaran yang dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Selama thawaf disunatkan berdoa dan berzikir.

Sa’i adalah berjalan dan/atau berlari kecil dimulai dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya, sebanyak 7 (tujuh) kali, yang berakhir di bukit Marwah (perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah dihitung satu kali dan juga dari bukit Marwah ke Shafa dihitung satu kali). Bagi yang uzur boleh menggunakan kursi roda.

Wukuf adalah berada di mana saja di Arafah dalam keadaan suci maupun tidak (haidh, nifas, junub). Waktu wukuf adalah pada hari Arafah, yakni dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf dinilai sah, walaupun dilaksanakan sesaat dalam rentang waktu tersebut, akan tetapi diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang tanggal 9 Dzulhijjah dan malam menjelang tanggal 10 Dzulhijjah.

Tahallul adalah keadaan seseorang yang sudah bebas (halal) dari ihram-nya karena telah menyelesaikan amalan-amalan manasik hajinya. Tahallul dibagi menjadi 2 (dua), yaitu tahallul awal (pertama) dan tahallul tsani (kedua).

4. Wajib Haji

Wajib haji ada 6, yakni ihram haji dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, menghindari perbuatan yang terlarang dalam keadaan ber-ihram, dan thawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah. Apabila jamaah haji meninggalkan salah satu wajib haji, maka hajinya sah, namun diharuskan membayar dam, kecuali meninggalkan thawaf wada’ bagi jamaah haji yang uzur (sakit atau sedang haidh).

Mabit di Muzdalifah dimulai setelah maghrib sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah dan boleh sesaat asalkan sudah lewat tengah malam. Bagi yang sehat wajib mabit di Muzdalifah tetapi bagi yang sakit dan yang mengurus orang sakit ataupun yang mengalami kesulitan (masyaqqah) boleh tidak Mabit di Muzdalifah, dan tidak dikenakan dam.

Melontar jumrah ialah melontar marma (tempat melontar) dengan batu kerikil sebanyak 7 kali lontaran kerikil yang dilaksanakan pada hari Nahr dan hari Tasyriq. Melontar jamrah tidak boleh di wakilkan kecuali karena uzur, baik karena sakit atau karena masyaqqah (kesulitan yang berat).

Mabit di Mina ialah bermalam di Mina pada hari-hari Tasyriq (malam tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Menurut Jumhur Ulama hukumnya wajib, sebagian yang lain mengatakan sunat.

Dam menurut bahasa artinya darah, sedangkan menurut istilah adalah mengalirkan darah (menyembelih ternak yaitu: kambing, unta, atau sapi) dalam rangka memenuhi ketentuan manasik haji.

Bagian akhir dari ritual ibadah haji adalah thawaf wada’. Thawaf wada’ ini dilakukan ketika jamaah haji akan meninggalkan Ka’bah dan telah menyelesaikan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sakit, thawaf wada’ ini tidak diwajibkan dan tidak dikenakan dam.

Demikian ulasan mengenai tata cara ibadah haji. Sebagai upaya untuk memenuhi panggilan Allah tersebut, Pegadaian Syariah mempersembahkan produk ARRUM Haji yang memberikan kemudahan pendaftaran haji dengan menggunakan emas sebagai agunannya. Emas Logam Mulia 15 gram yang menjadi jaminan ARRUM Haji dapat menjadi aset yang meringankan guna pelunasan pembayaran haji pada saat waktu panggilan ke Tanah Suci tiba.

Persyaratan untuk bisa mendapatkan pembiayaan haji ini yaitu, pertama Anda harus memenuhi syarat sebagai pendaftar haji, membawa jaminan emas, dan fotokopi identitas diri yang masih berlaku.

Semoga kita bisa menggapai haji mabrur yang balasannya adalah surga. Rasulullah SAW bersabda: “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (Syarakh Riyadhus Shalihin, halaman 321).

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Diketahui"