Tata Cara Pinjaman Dana Tunai Jaminan BPKB di Pegadaian Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Tata Cara Pinjaman Dana Tunai Jaminan BPKB di Pegadaian Syariah

3 minggu yang lalu    
Tata Cara Pinjaman Dana Tunai Jaminan BPKB di Pegadaian Syariah

Modal usaha merupakan salah satu kebutuhan utama pengusaha kecil dan mikro dalam rangka menjalankan usahanya. Ada beberapa skema transkasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan modal usaha, yakni bisa dengan kontrak kongsi atau bisa juga dengan kontrak pinjaman.

Salah satu kontrak ( akad ) yang bisa dilakukan oleh pengusaha kecil dalam rangka memperoleh modal usaha adalah dengan skema pinjaman yang difasilitasi oleh Pegadaian Syariah, yakni melalui pembiayaan ARRUM BPKB , yang memudahkan para pengusaha kecil untuk mendapatkan modal usaha dengan jaminan berupa bukti surat kepemilikan kendaraan.

Pada skema pembiayaan Arrum BPKB ini, kendaraan tetap pada pemiliknya sehingga dapat dipergunakan untuk mendukung usaha sehari-hari. Hal ini terjadi karena barang yang digadaikan bukan kendaraannya namun bukti kepemilikan kendaraan, yakni BPKB.

Ada beberapa keunggulan untuk bisa mendapatkan dana tunai jaminan BPKB melalui pembiayaan ARRUM BPKB:

Pertama , proses transaksi berprinsip syariah yang adil dan menenteramkan sesuai fatwa DSN-MUI. Secara sederhana, skema transaksinya adalah nasabah menggadaikan BPKB kendaraan di Pegadaian Syariah. Selanjutnya nasabah memperoleh pinjaman. Oleh karena skemanya adalah pinjaman, maka pinjaman tersebut tidak boleh ada syarat kelebihan dalam pengembalian pinjaman. Selanjutnya nasabah membayar biaya pemeliharaan objek gadai. Skema ini sudah sesuai dengan Fatwa No. 92/DSN-MUI/IV/2014 tentang Pembiayaan yang Disertai Rahn (al-Tamwil al-Mautsuq bi al-Rahn).

Kedua , proses pembiayaan dilayani di lebih dari 600 outlet Pegadaian Syariah. Kenyataan ini menegaskan bahwa pembiayaan ARRUM BPKB ini merupakan produk yang kredibel karena disediakan oleh perusahaan BUMN terpercaya. Layanan yang diberikan juga sangat terjangkau karena disediakan oleh 600 outlet pegadaian syariah se Indonesia.

Ketiga , pembayaran angsuran dapat dilakukan di seluruh outlet Pegadaian Syariah. Hal ini menunjukkan bahwa teknis pembayaran juga mudah dilakukan, outlet terjangkau karena ada di seluruh wilayah Indonesia.

Keempat , pembiayaan berjangka waktu fleksibel mulai dari 12, 18, 24 dan 36 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan ini sudah memikirkan perkiraan kondisi nasabah dalam hal kemampuan bayar.

Kelima , Pegadaian Syariah memberikan tarif menarik dan kompetitif. Sebagai contoh, untuk taksiran kendaraan senilai Rp10 juta, maka uang pinjaman yang bisa diberikan misalnya Rp7 juta. Biaya pemeliharaan agunan BPKB diperkirakan senilai 0,7% x Rp10 juta, yakni Rp70.000. Sedangkan angsuran pinjamannya tinggal dibagi rata yakni Rp7 juta / 12 = Rp583.333. Jadi total angsuran pembiayaannya adalah Rp583.000 + Rp70.000 = Rp653.333.

Keenam , prosedur pelayanan sederhana, cepat dan mudah. Prosedur pembiayaan yang dilakukan adalah khas Pegadaian Syariah, yakni proses cepat, prosedur mudah, pelayanan cepat dan sederhana. Hal ini memudahkan nasabah dalam rangka memenuhi kebutuhan modal usaha.

Ketujuh , Pegadaian Syariah hanya menyimpan BPKB, kendaraan dapat digunakan nasabah. Berarti kendaraan tetap berdaya guna bagi usaha nasabah karena yang digadaikan hanya BPKB-nya, bukan fisik kendaraannya.

Adapun prosedur pengajuan pinjaman dana tunai jaminan BPKB di Pegadaian Syariah adalah sebagai berikut:

Langkah pertama , nasabah mengajukan permohonan pembiayaan usaha. Langkah ini diawali dengan nasabah datang ke outlet Pegadaian Syariah terdekat, kemudian minta formulir pengajuan pembiayaan ARRUM BPKB dan mengisi formulir sesuai ketentuan yang diatur oleh Pegadaian Syariah.

Selanjutnya, nasabah menyiapkan persyaratan pembiayaan ARRUM BPKB, yakni memiliki usaha memenuhi kriteria kelayakan serta telahg berjalan 1 (satu) tahun atau lebih, menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, menyerahkan dokumen yang sah, menyerahkan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB asli, fotokopi STNK dan faktur pembelian).

Langkah kedua , tim mikro Pegadaian Syariah melakukan verifikasi dokumen dan analisis usaha. Dalam kondisi yang memungkinkan, nasabah akan diproses dengan cepat, dokumen diverifikasi dengan cepat, kemudian kelayakan usaha segera dianalisis oleh tim mikro Pegadaian Syariah. Jika nasabah sudah menyiapkan semua berkas dan usahanya benar-benar ada dan layak, maka proses pembiayaan semakin cepat dilakukan.

Langkah ketiga , analis kredit/pembiayaan melakukan survei tempat dan kondisi usaha dan agunan. Tentu saja, dalam melakukan analisis kelayakan usaha, tim survei butuh waktu, butuh pengecekan tempat dan kondisi usaha, dan yang pasti pengecekan validitas agunan termasuk dari sisi fisik.

Langkah keempat , tim mikro menyetujui besaran pinjaman. Ketika semua berkas sudah lengkap dan valid, legalitas BPKB benar-benar valid, fisik kendaraan sudah ditaksir nilainya, semua persyaratan sudah dipenuhi, maka persetujuan pembiayaan bisa dilakukan.

Langkah kelima , nasabah menerima uang pinjaman. Setelah semua proses analisis pembiayaan dan persetujuan pembiayaan sudah dilakukan, selanjutnya dilakukan pencairan pembiayaan berupa penyerahan uang pinjaman kepada nasabah. Selanjutnya nasabah melakukan angsuran pinjaman dan angsuran biaya pemeliharaan objek gadai.

Demikian tata cara pinjaman dana tunai jaminan BPKB di Pegadaian Syariah bagi pengusaha kecil dan mikro. Semoga bermanfaat.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Tata Cara Pinjaman Dana Tunai Jaminan BPKB di Pegadaian Syariah"