Tips Memilih Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang Baik - Pegadaian Syariah
logo

Tips Memilih Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang Baik

11 bulan yang lalu      Haji
Tips Memilih Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang Baik

Haji adalah ibadah yang diperintahkan bagi kita ummat Islam yang memang sudah mampu untuk menunaikannya. Tolok ukur mampu adalah ketika sudah mampu dari sisi jasmani, rohani, ekonomi, dan keamanan. Jika salah satu aspek kemampuan tersebut tidak terpenuhi, jangan dipaksakan untuk berangkat haji. Sedangkan umrah adalah ibadah sunnah. Sehingga, jika Anda sudah masuk pada kategori mampu, sejatinya lebih diutamakan untuk berangkat haji terlebih dulu dibandingkan dengan ibadah umrah.

Jika haji reguler sepenuhnya ditata dan dikelola oleh pemerintah (Kementerian Agama RI), maka perjalanan ibadah haji khusus dan ibadah umrah diselenggarakan oleh biro swasta. Hal ini tidak jadi soal ketika penyelenggaraannya dilaksanakan dengan baik, sehingga tetap menjamin kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Berikut ini ada beberapa tips agar Anda tidak tertipu oleh biro perjalanan haji khusus atau haji plus serta biro perjalanan umrah:

1. Cek Legalitas

Hal pertama yang Anda lakukan sebelum melangkah lebih jauh adalah mengecek legalitas biro perjalanan haji atau umrah. Untuk mengecek biro haji khusus dan biro umrah ini, Anda tidak perlu minta berkas-berkas legal formal dari biro haji tersebut. Anda tinggal mengecek di laman resmi Kementerian Agama RI yang menyediakan daftar rinci biro haji khusus dan biro umrah. Untuk saat ini, Anda bisa melihat daftar rinci Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di website resmi Kemenag. Data yang ada di situ sifatnya tidak permanen, sehingga rajin-rajinlah mengecek daftar PIHK di laman resmi Kemenag, karena PHIK ini akan diperbarui jika diperlukan.

Sedangkan untuk mengecek legalitas biro perjalanan umrah, Anda tinggal melihat daftar rinci Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di website resmi Kemenag. Sama halnya dengan daftar PIHK, daftar yang ada di PPIU sifatnya juga tidak permanen, sehingga rajin-rajinlah mengecek daftar PPIU di laman resmi Kemenag, karena PPIU ini akan diperbarui jika diperlukan.

Secara paralel, Anda bisa menanyakan langsung kepada petugas Kemenag yang ada di Kabupaten dan/atau yang terdekat dengan posisi Anda, agar Anda lebih yakin dengan biro haji yang menawarkan jasa perjalanan haji dan umrah kepada Anda. Ketika Anda tidak menemukan daftar biro haji dan umrah pada situs Kemenag tersebut, langsung tinggalkan saja biro perjalanan haji dan umrah yang menawarkan jasa perjalanan haji khusus dan umrah kepada Anda.

Tentu saja, biro perjalanan haji khusus dan umrah yang sudah masuk dalam daftar biro yang mendapatkan izin resmi dari Kemenag, tidak menutup kemungkinan juga termasuk dalam kategori biro travel haji dan umrah yang tidak memberikan layanan dengan baik. Sehingga Anda perlu mencermati beberapa tips berikutnya.

2. Cek Jadwal Keberangkatan

Setiap biro perjalanan haji dan umrah yang resmi terdaftar di website Kemenag, sudah memperoleh jatah (kuota) VISA resmi untuk setiap rincian keberangkatannya. Sehingga, sudah sewajarnya bila biro perjalanan haji dan umrah bisa menyebutkan tanggal keberangkatan, jam keberangkatan, jalur keberangkatan, nama bandara, dan berbagai hal lain terkait teknis keberangkatan.

Jika Anda menemukan biro perjalanan haji dan umrah yang tidak bisa menjelaskan rincian teknis keberangkatan dan kepulangan, maka Anda layak curiga dengan kredibilitas biro perjalanan tersebut dan sebaiknya tinggalkan saja biro yang demikian, karena masih banyak biro lain yang kredibel.

Satu hal yang perlu Anda cermati adalah terkait kemungkinan batal berangkat saat kuota tidak terpenuhi. Biro perjalanan haji atau umrah yang bagus akan mampu mengantisipasi hal tersebut dan akan mengusahakan agar terhindar dari kemungkinan Anda gagal berangkat hanya karena alasan kuota jamaah tidak terpenuhi. Bagaimanapun, kenyamanan jamaah adalah nomor satu. Anda harus jeli terhadap hal yang demikian. Anda bisa mengecek riwayat perjalanan travel haji dan umrah tersebut apakah pernah mengalami kondisi gagal berangkat atau tidak.

3. Cek Biaya Haji dan Umrah

Tidak sedikit biro perjalanan haji dan umrah yang menawarkan biaya yang murah. Kemenag pernah menyampaikan bahwa kewajaran biaya umrah adalah sebesar Rp 20 juta. Tidak akan jauh dari angka itu. Ada beberapa komponen biaya yang tidak bisa dihindari, yakni biaya tiket pesawat, biaya hotel dan keperluan akomodasi selama berada di tanah suci, serta biaya pengurusan visa. Secara logika, biaya-biaya tersebut tidak akan tertutupi dengan biaya per orang di bawah Rp 15 juta bahkan ada yang sedikit di atas Rp 10 juta.

Ketika Anda mendapat penawaran biaya umrah jauh di bawah harga wajar, maka Anda layak curiga terhadap biro perjalanan haji dan umrah tersebut. Segera Anda tinggalkan, apalagi masih banyak alternatif biro perjalanan haji dan umrah yang lebih kredibel.

Biasanya, biaya umrah yang murah ini bisa terjadi karena penggunaan skema ponzi yang dipergunakan oleh manajemen biro travel haji dan umrah tersebut. Skema ponzi ini secara ekstrem mengatur agar keberangkatan jamaah yang berangkat saat ini, disokong oleh jamaah yang masih dalam daftar antrian. Untuk menarik jamaah, biasanya diberikan iming-iming menggiurkan agar banyak jamaah yang tertarik berangkat umrah dengan biaya murah. Hati-hati, skema ponzi ini sangat berpotensi menjadi modus penipuan.

4. Cek Hotel dan Lokasi

Dalam dunia teknologi yang semakin canggih ini, Anda bisa dengan mudah mengecek lokasi hotel yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat menginap ketika Anda umrah nanti. Pastikan nama hotel, lokasi hotel, kelas hotel, dan berbagai informasi lain yang dijanjikan akan dijadikan sebagai tempat menginap selama perjalanan umrah nanti. Anda pun bisa menanyakan secara langsung terkait lokasi tersebut kepada rekan Anda yang sebelumnya sudah pernah melakukan ibadah umrah. Syukur jika teman Anda ternyata pernah melakukan umrah dengan menggunakan travel yang sama dengan yang Anda rencanakan.

5. Cek Visa

Silahkan Anda cek kembali status Visa Anda yang diberikan oleh kerajaan Arab Saudi. Anda lakukan konfirmasi ke PPIU, kemudian Anda pastikan Visa Anda sesuai dengan keperluan Anda ke Tanah Suci, yakni untuk menjalankan ibadah umrah atau haji.

Jika ada ketidak-cocokan antara keperluan Anda sesuai yang dijanjikan oleh pihak travel, maka Anda layak curiga terhadap biro perjalanan tersebut. Segera koordinasikan dengan pihak biro perjalanan atas ketidak-cocokan status Visa. Jika diperlukan, laporkan segera hal ini kepada pihak Kemenag RI.

Demikian berbagai tips untuk memilih biro haji dan travel yang baik, terutama untuk keberangkatan haji khusus (haji plus) dan keberangkatan umrah. Untuk keperluan haji reguler, Pegadaian Syariah mempersembahkan produk Arrum Haji. Produk ini memudahkan Anda melakukan pendaftaran dan pembiayaan haji. Anda tinggal menyiapkan emas senilai 15 gram logam mulia, maka Anda akan diberikan pembiayaan Rp 25 juta dalam bentuk tabungan haji.

Sedangkan untuk keperluan ibadah umrah, Anda bisa melakukan RAHN (Gadai Syariah) dengan alternatif barang gadai berupa emas, barang elektronik dan kendaraan bermotor. Semoga niat ibadah haji dan umrah Anda bisa dimudahkan dan mendapat barakah dari Allah. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com




Komentar Artikel "Tips Memilih Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang Baik"