Tips Persiapkan Dana Pensiun Syariah - Pegadaian Syariah
logo

Tips Persiapkan Dana Pensiun Syariah

8 bulan yang lalu    
Tips Persiapkan Dana Pensiun Syariah

Tidak selamanya Anda berusia muda. Lazimnya, pada usia 55 tahun (masa-masa pensiun), produktivitas Anda akan berkurang. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda akan semakin produktif di usia pensiun.

Berikut ini adalah tips mempersiapkan dana pensiun syariah dalam rangka menghadapi masa tua dan masa setelah mati. Tips ini merupakan rumus utama yang penerapannya akan berbeda-beda pada setiap individu, tergantung prioritas hidupnya masing-masing. Jangan heran ketika prioritas langkah yang dilakukan individu dalam rangka penyiapan dana pensiun akan berbeda-beda.

Pertama, tetaplah bertakwa. Allah secara lugas menyatakan bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar atas persoalan yang menimpanya, serta memberikan rezeki yang tiada terkira. Ini rumus Al-Qur’an tentang rezeki, termasuk persiapan dana pensiun.

Ketika Anda mengalami persoalan rumit dan merasa kekurangan rezeki, maka solusinya adalah teruslah bertakwa. Akan tetapi, ketika Anda sudah berikhtiar terus bertakwa, namun serasa persoalan hidup masih menumpuk dan rezeki serasa tidak cukup, maka itulah yang terbaik menurut Allah. Tetaplah terus bertakwa. Rezeki belum tentu berupa harta benda, namun bisa berupa keimanan dan kesehatan.

Apalagi Allah sudah berulang kali menegaskan bahwa Allah itu Maha Kaya dan kita adalah faqir. Artinya, semua harta ini milik Allah. Bahkan, semua yang ada pada diri kita adalah milik Allah. Nyawa kita adalah milik Allah.

Ini adalah ruh utama dalam mempersiapkan dana pensiun. Ketika ruh ini dipegang kuat, maka persiapan dana pensiun akan menjadi ringan dan apapun yang terjadi, akan ikhlas dan ridha bahwa semua yang ada pada diri kita adalah milik Allah, termasuk dana pensiun yang kita punya.

Kedua, pahami kebutuhan dharuriyyat dan hajiyyat. Secara teknis, hal paling penting jika membahas tentang tata kelola dana adalah pemahaman tentang kebutuhan dharuriyyat dan hajiyyat. Setelah itu baru akan ketahuan dengan valid terkait prioritas dana yang dialokasikan, termasuk terkait dana pensiun.

Kebutuhan dharuriyyat adalah kebutuhan yang jika tidak dipenuhi, maka akan menimbulkan kerusakan, kemusnahan atau kematian. Sedangkan kebutuhan hajiyyat adalah kebutuhan yang jika tidak dipenuhi, maka tidak akan menimbulkan kerusakan, kemusnahan atau kematian, namun menghadirkan kesulitan dalam hidup.

Ada 5 hal yang menjadi aspek penting dalam rangka memenuhi kebutuhan dharuriyyat. Kelima aspek ini disebut dengan maqashid syariah, yakni menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta. Selain dalam rangka pemenuhan kebutuhan dharuriyyat, kelima aspek tersebut bisa juga dijadikan rujukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hajiyyat.

Ketika kita memahami kebutuhan dharuriyyat dan hajiyyat ini, maka akan mempermudah kita untuk memahami kapan saat yang tepat menyiapkan dana pensiun, dan sampai sebatas mana jumlah dana pensiun yang harus disiapkan.

Ingat, bahwa kebutuhan setiap individu terkait dharuriyyat dan hajiyyat ini akan berbeda-beda. Kita tidak perlu terpaku pada rumus-rumus yang disampaikan oleh para perencana keuangan syariah agar kita melakukan persiapan dalam bentuk tabungan atau investasi tertentu yang bisa jadi belum saatnya kita lakukan. Jadi, kitalah yang lebih paham dengan kondisi dan prioritas kebutuhan kita.

Ketiga, teruslah berinfak dan bersedekah. Allah telah merumuskan bahwa permisalan orang yang sedang berinfak di jalan Allah, itu ibarat sebiji padi yang tumbuh menjadi 7 tangkai dan setiap tangkainya tumbuh 100 biji padi. Dengan kata lain, Allah merumuskan bahwa ketika kita berinfak di jalan Allah, maka akan langsung dibalas 700 kali lipat. Itulah matematika Al-Qur’an. Mari kita mengimaninya.

Ketika kita percaya dengan rumus Al-Qur’an ini, maka persiapan dana pensiun paling baik adalah dengan melakukan infak di jalan Allah. Infak paling wajib adalah nafkah untuk diri sendiri dan orang lain yang menjadi tanggung jawab kita, misalnya istri dan anak kita, atau orang tua kita. Lakukan terus aktivitas menafkahi orang yang wajib kita nafkahi, niscaya Allah akan langsung membalasnya dengan balasan 700 kali lipat. Itulah salah satu rumus persiapan dana pensiun.

Sedekah juga merupakan aktivitas penyucian jiwa, apalagi jika sedekah itu berbentuk zakat. Zakat adalah langkah nyata dalam rangka penyucian jiwa dan harta kita. Jadi, selain terus memberi nafkah untuk pihak yang menjadi tanggungan kita, mari terus melakukan sedekah untuk lingkungan kita. Tentu saja, keputusan sedekah harus mendahulukan nafkah yang wajib.

Keempat, teruslah beramal baik. Allah telah berjanji, siapa yang beramal baik walau sebiji dzarrah, maka Allah akan tetap melihat dan memperhitungkannya. Allah juga telah berjanji, siapa yang beramal buruk walau sebiji dzarrah, maka Allah akan tetap melihat dan memperhitungkannya.

Ketika kita mengimani Al-Qur’an dan isinya, maka kita pasti akan percaya bahwa setiap amal dan perbuatan kita akan dibalas oleh Allah. Oleh karena itu, selain faktor takwa, infak, dan sedekah, maka amal baik merupakan salah satu faktor yang bisa menghadirkan dana yang kita butuhkan, termasuk dalam rangka persiapan pensiun.

Aktivitas paling mudah sebagai representasi dari beramal baik adalah memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain. Misalnya memberikan ilmu, dan memberikan apapun yang dibutuhkan orang lain. Tentu saja kita harus mengukur diri bahwa ada pihak yang wajib kita nafkahi, baru kita memberikan sesuatu atau bantuan kepada orang lain yang sedang membutuhkan.

Ada satu fenomena menarik bahwa pemberian pinjaman kepada orang yang membutuhkan, akan lebih utama dibandingkan dengan memberikan sedekah yang belum tentu dibutuhkan oleh penerima sedekah. Tentu saja pada prinsipnya mari terus berbuat baik kepada orang lain yang dampaknya akan kita nikmati di masa depan.

Kelima, teruslah berkarya. Kita bisa memahami, bahwa salah satu investasi terbaik adalah karya kita, baik karya berupa amal perbuatan kepada manusia, maupun karya fisik berupa buku, atau karya cipta lainnya.

Karya baik berupa amal jariyah dan ilmu bermanfaat, bahkan akan menjadi buah karya abadi yang akan kita nikmati sampai kelak di hari kebangkitan. Jangan lelah membuat karya baik yang bermanfaat bagi orang lain.

Adapun karya fisik yang bisa berdampak bagi hadirnya materi atau dana di masa depan adalah karya buku, atau karya lain yang bisa menghadirkan royalti yang bahkan bisa diwariskan kepada anak cucu kita.

Keenam, praktikkan tata kelola dana pensiun dengan instrumen keuangan syariah. Biasanya, para perencana keuangan syariah akan fokus memberikan tips dana pensiun syariah langsung pada tata kelola dana yang sekarang sudah ada dan hitungan matematis yang bisa dihadirkan di masa depan.

Hal teknis dalam tata kelola keuangan merupakan hal yang penting agar bisa menata kelola keuangan secara sistematis dari sudut pandang kita manusia, namun hal yang paling utama adalah penatakelolaan keuangan menurut rumus Al-Qur’an, Assunnah dan Ushul Fiqh, yakni teruslah bertakwa, pahami kebutuhan dharuriyyat dan hajiyyat, teruslah berinfak dan bersedekah, teruslah beramal baik dan teruslah berkarya.

Tata kelola dana pensiun dengan instrumen keuangan syariah paling kasat mata adalah dengan terus disiplin menabung, investasi yang terukur atau mempunyai Tabungan Emas di Pegadaian Syariah.

Demikian uraian mengenai tips persiapan dana pensiun syariah dari sudut pandang ajaran Islam. Semoga ikhtiar persiapan hidup di masa tua dan masa setelah mati bisa dilakukan dengan baik. Semoga bermanfaat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Tips Persiapkan Dana Pensiun Syariah"