Yuk, Jalani Hidup Sehat ala Rasulullah! - Pegadaian Syariah
logo

Yuk, Jalani Hidup Sehat ala Rasulullah!

4 bulan yang lalu    
Yuk, Jalani Hidup Sehat ala Rasulullah!

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ” Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat yang mulia ini merupakan dalil pokok yang paling besar, yang menganjurkan kepada kita agar meniru Rasulullah SAW dalam semua ucapan, perbuatan, dan sepak terjangnya.

Salah satu hal penting yang bisa kamu tiru dari Rasulullah SAW adalah pola hidup sehat. Kesehatan jiwa dan raga harus selalu dijaga agar bisa menjalankan salah satu kewajiban kepada Allah, yakni beribadah, sebagaimana firman Allah SWT, “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku .”

Berikut ini ada beberapa pola hidup sehat ala Rasulullah menurut berbagai riwayat.

Pertama , takwa kepada Allah. Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah kunci utama sehat jiwa raga. Kita pun mafhum bahwa Rasulullah SAW selalu menjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Kita bisa meniru konsistensi ketakwaan beliau.

Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan tentang keutamaan takwa, di antaranya adalah dicintai Allah (At-Taubah ayat 4), disertai Allah (An-Nahl ayat 128), diberi petunjuk oleh Al-Qur’an (Al-Baqarah ayat 2), terhindar dari rasa takut dan sedih (Al-A’raf ayat 35), hadirnya solusi atas persoalan (Ath-Thalaq ayat 2 – 4), memiliki firasat, hikmah, dan cahaya hati (Al-Anfal ayat 29), masuk surga (Al-Imran ayat 133), selamat dari neraka (Maryam ayat 72) dan kedudukan tinggi di sisi Allah (Al-Baqarah ayat 2).

Kedua , salat khusyu’. Salat khusyu adalah kunci utama ketenangan hati. Jika hati sudah tenang, maka jiwa akan tenteram, fisik juga akan bugar dan sehat. Cara mudah memperoleh predikat salat khusyu’ dimulai dengan konsistensi salat tepat waktu, salat berjamaah, memahami dan menjiwai makna bacaan salat.

Ketiga , pola makan sehat. Pola makan yang sehat dimulai dengan memilih makanan yang halal dan baik. Rasulullah memakan makanan seperti kurma, anggur, delima, madu, daging, ikan segar, susu, biji-bijian, gandum, zaitun. Jenis makanan tersebut dipilih karena nilai gizinya tinggi dan bisa menjadi penawar racun.

Kita bisa meniru beliau dalam pemilihan makanan, namun harus disesuaikan dengan kondisi alam di Nusantara, yang penting halal dan baik. Kita juga harus memastikan bahwa sumber harta yang kita pergunakan untuk memperoleh makanan juga harus yang baik-baik.

Sedikit gambaran pola makan Rasulullah dimulai dengan menu sarapan berupa segelas air dicampur madu. Dari sisi ilmu kesehatan, madu berkhasiat untuk membersihkan organ pencernaan seperti lambung, mengaktifkan usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Menjelang siang, Rasulullah mengonsumsi tujuh bulir kurma matang [ ajwa `] agar terhindar dari zat beracun. Rasulullah pernah disuguhi makanan beracun dan Rasulullah memakannya, namun racun tersebut dinetralisir oleh zat yang terkandung dalam kurma yang dikonsumsi Rasulullah. Sahabat lain yang memakan makanan beracun tersebut, meninggal dunia.

Berikutnya, pada saat menjelang sore hari, Rasulullah mengonsumsi roti yang dicampuri cuka dan minyak zaitun yang berfungsi sebagai pencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Rasulullah melengkapi konsumsi makanannya dengan sayuran sejenis sana al makki dan sanut di malam hari. Sayuran berfungsi untuk menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Di malam hari setelah makan, Rasulullah tidak langsung tidur, agar makanan masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Keempat , pola tidur sehat. Rasulullah tidak memberikan contoh kepada ummatnya untuk begadang. Rasulullah tidur selepas Isya dan bangun di 1/3 malam terakhir untuk melaksanakan salat malam. Sepertiga malam terakhir memiliki udara yang sangat sehat, cenderung bersih, belum terkontaminasi oleh berbagai polusi udara. Dalam kondisi inilah Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk salat malam di sepertiga malam terakhir, terutama salat tahajjud .

Kelima , olahraga teratur. Olahraga kegemaran Rasulullah adalah gulat, memanah, berkuda, berenang, lari. Olahraga gulat melatih kekuatan fisik, berkuda bisa meningkatkan jiwa kepemimpinan, kepercayaan diri, jiwa pemberani, dan menyayangi binatang. Berenang bermanfaat bagi ketahanan fisik, melibatkan seluruh otot, meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, sehingga tidak mudah sakit. Sedangkan memanah bisa melatih kepemimpinan, visioner, fokus pada sasaran dan meningkatkan kesehatan mental.

Kita tidak harus mengikuti jenis olahraga Rasulullah, oleh karena hal itu merupakan sunnah basyariyah atau perilaku Rasulullah yang tidak harus ditiru. Namun, poin pentingnya adalah kita harus melakukan olahraga agar kondisi fisik tertap terjaga, sehingga bisa menjalankan ibadah dengan bugar.

Ketika kita melakukan olahraga teratur diimbangi dengan pola makan sehat dan istirahat teratur, maka jiwa raga akan sehat dan sangat menunjang terlaksananya ibadah dengan tenang.

Keenam , rajin berpuasa. Meskipun dijamin surga, Rasulullah tetap istiqamah menjalankan ibadah, di antaranya adalah puasa. Puasa yang baik menurut Rasulullah adalah puasa dengan mengakhirkan waktu sahur dan menyegerakan waktu berbuka. Hal ini untuk mengatur keseimbangan tubuh.

Puasa juga memiliki banyak keutamaan, misalnya menjaga diri terhindar dari berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, asma, jantung, penyakit hati, paru-paru, kanker dan berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya. Puasa itu menyehatkan jiwa dan badan.

Ketujuh, menjaga kebersihan. Kita terbiasa mendengar hadits yang biasanya dijadikan ajakan untuk hidup bersih, yakni annazhaafatu minal iimaan , yang artinya kebersihan adalah bagian dari iman. Meskipun hadits ini dha’if (lemah), namun bisa dijadikan sebagai pegangan bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan hati, badan, pakaian, maupun kebersihan lingkungan sekitar.

Kedelapan , menjaga silaturahim. Kita harus menjaga silaturahim dengan sesama. Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW yang memiliki banyak sahabat dan senantiasa silaturahim dengan sesama. Silaturahim dilakukan untuk membuka jaringan komunikasi yang bermanfaat bagi sesama, saling bertukar informasi, bertukar ide, menyambung gagasan sehingga akan hadir berbagai hal yang positif untuk kehidupan kita sehari-hari.

Silaturahim juga menyebabkan kita memahami kemauan rekan dan kerabat kita. Hal ini bisa menekan sifat curiga, iri, dengki, prasangka buruk, benci dan berbagai sifat buruk lainnya.

Kesembilan , rajin membersihkan gigi. Rasulullah suka memperhatikan kesehatan gigi. Hal ini bisa diihat dari kebiasaan beliau bersiwak. Waktu yang disarankan untuk bersiwak adalah sebelum salat, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur.

Kesepuluh , tidak berlebihan. Perilaku makan yang bisa ditiru dari Rasulullah SAW adalah makan ketika lapar dan berhenti makan ketika menjelang kenyang. Namun, kita harus mampu memperkirakan porsi makanan yang kita siapkan, sehingga tidak berlebihan dan mubadzir . Allah juga tidak menyukai perilaku berlebihan.

Demikian pola hidup sehat ala Rasulullah SAW yang bisa diteladani. Mari kita meniru semampu kita, agar jiwa dan raga kita tetap sehat. Amin.

 

Artikel ditulis oleh Tim Advika, keterangan lebih lanjut hubungi e-mail info@advikamedia.com



Artikel Terkait


  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu
  2 tahun yang lalu

Komentar Artikel "Yuk, Jalani Hidup Sehat ala Rasulullah!"