Logo Pegadaian
Close Menu

Perlukah Memiliki Aset Sebagai Modal Usaha ?

18 Mar 2020 | 6434 views

Modal adalah faktor penting yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah usaha. Modal usaha dapat berupa material maupun nonmaterial. Modal material misalnya uang tunai, properti atau lahan usaha, peralatan yang dibutuhkan, dan sebagainya. Modal material bersifat fisik dan dapat dilihat maupun diukur dengan mudah. 

Sementara itu, modal nonmaterial bisa berbentuk skill, tekad yang kuat, jejaring, pengalaman, dan sebagainya. Modal nonmaterial sering kali tidak terlihat dan diremehkan, padahal sebenarnya sangat penting dalam pengembangan bisnis.

Pentingnya Modal

Faktanya, tanpa modal, bisnis tidak akan mungkin bisa berjalan. Contoh sederhana, ketika memulai bisnis kuliner, Anda tentu harus mempersiapkan setidaknya 2 hal, yaitu bahan yang akan diolah dan peralatan yang akan digunakan. Pada tahap awal, Anda mungkin tidak perlu memiliki atau menyewa gerai karena produk dapat dipasarkan secara online atau secara langsung.

Pada tahap selanjutnya, selain biaya produksi, modal juga mencakup biaya-biaya yang dibutuhkan untuk menggenjot performa usaha. Ada yang termasuk dalam biaya pemasaran, yaitu biaya yang diperlukan sejak produk jadi hingga tiba di tangan konsumen. Ada biaya untuk membayar tenaga kerja dan berbagai biaya yang mengikutinya, seperti THR, uang makan, asuransi, dan sebagainya.

Jadi, menyiapkan modal untuk memulai sebuah usaha bukanlah hal yang terlalu mengada-ada atau berlebihan. Apalagi dengan ketersediaan modal, Anda akan memiliki lebih banyak alternatif solusi sehingga pengembangan bisnis menjadi semakin optimal. 

Sumber Modal Usaha

Besar modal yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha tentu berbeda-beda, bergantung pada skala usaha yang akan dibangun. Jika memiliki modal kecil, Anda bisa memulai usaha berskala mikro. Sebaliknya, pemilik modal besar bisa memulai sebuah usaha yang besar sekaligus.

Modal yang kecil sebenarnya tidak kalah dengan modal yang besar apabila keduanya dibandingkan. Dengan modal kecil pun, Anda bisa mengembangkan sebuah bisnis yang potensial. Meskipun demikian, pada kasus-kasus tertentu, Anda tetap akan membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Lalu, dari mana modal tersebut berasal? Setidaknya, ada dua sumber modal utama yang menghasilkan uang. Pertama, hasil tabungan sendiri. Kedua, mencari investor yang tertarik untuk bekerja sama dan berani menggelontorkan dana super besar untuk mendukung bisnis tersebut dari segi permodalan.

Khusus pilihan pertama, Anda tentu harus mempertimbangkan faktor inflasi yang mungkin terjadi dan menggerus nilai uang. Akibatnya, tabungan yang semula terlihat besar, akan terlihat sangat kecil beberapa tahun kemudian. Pasalnya, harga-harga sudah melambung demikian tinggi alias semakin mahal. Untuk memulai usaha rasanya sudah tidak mungkin karena modal kurang.

Aset Sebagai Modal Usaha ?

Untuk menghindari terjadinya penurunan nilai pada tabungan modal yang dimiliki karena inflasi, Anda perlu menerapkan trik khusus. Salah satu yang paling ideal adalah dengan mengusahakan untuk membeli properti atau produk investasi lain yang cenderung aman, misalnya emas. Sebagai bentuk investasi, properti tidak membuat nilai uang jatuh, justru akan bertambah. 

Selain dapat dijual kembali pada saat dibutuhkan, properti juga dapat menjadi lokasi usaha. Itu berarti, Anda tidak perlu memutar otak lagi untuk menyewa tempat. Jadi, benar bahwa aset dapat menjadi modal usaha yang sangat bermanfaat.

Menyewakan Aset untuk Modal Usaha

Jika Anda memiliki sebuah aset berupa properti, Anda tidak perlu langsung menjualnya pada saat membutuhkan modal. Alternatif lain adalah dengan menggadaikannya. Opsi ini bisa digunakan jika Anda tidak berniat untuk menggunakan properti sebagai tempat usaha. Alasannya beragam, bisa jadi karena lokasi tidak strategis atau karena suasana tidak mendukung.

Kabar baiknya, opsi menggadaikan properti tanpa melanggar norma dan hukum syariah kini terbuka lebar. Melalui salah satu fitur Pegadaian Syariah, yaitu Rahn Tasjily Tanah, Anda bisa mendapatkan modal usaha. Jaminan produk ini adalah berupa bukti kepemilikan tanah atau sertifikat tanah.

Ada beberapa keunggulan menggunakan fitur Rahn Tasjily Tanah, antara lain menawarkan jumlah pinjaman mulai dari 1 juta hingga Rp200 juta. Angsuran pinjaman pun menggunakan skema yang ideal. Anda bisa mengurus prosedur tersebut di berbagai outlet Pegadaian Syariah yang ada di seluruh Indonesia. Layanan yang secara istimewa ditujukan untuk para petani dan pengusaha mikro ini telah berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi untuk menggunakan layanan Rahn Tasjily Tanah, antara lain melengkapi sejumlah dokumen seperti KTP, sertifikat tanah yang akan digadaikan, dan fotokopi pembayaran PBB terakhir. Dengan menggunakan layanan dari Pegadaian Syariah ini, Anda bisa mendapatkan modal usaha yang memadai sembari tetap mempertahankan kepemilikan atas properti tersebut.

Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai pentingnya kepemilikan aset untuk menjadi modal usaha. Bagi Anda yang berencana untuk memulai bisnis sendiri, sangat penting untuk menabung aset terlebih dahulu. Semoga bermanfaat!